Kisah Misteri Mitos Balas Dendam Ular Tedung Atau Kobra
Cerita Misteri kali ini akan berbagi kisah tentang mitos ular cobra yang disebut ular tedung.Yang katanya ular cobra itu pendendam dan juga ular bisa
balas dendam apalagi mitosnya mata
ular bisa merekam kuat ingatannya,misalnya jika ada manusia yang membunuh anak ular kobra,sang induk akan
membalaskan dendamnya.Banyak juga mitos tentang ular diantaranya mitos ular takut garam,mitos tentang ular
masuk rumah,bahkan cerita ular
dipotong masih hidup.
Konon, ular merupakan makhuk jeImaan dari iblis atau roh jahat.
Kepercayaan inilah yang telah melatarbelakangi munculnya keyakinan bahwa hewan
melata ini bisa saja hidup dalam dua dimensi yang bérbeda. Pertama, tentu saja
dalam dimensi nyata, sedangkan berikutnya dalam dimensi gaib. Karena itu
akhirnya munculnya berbagai kisah dengan setting mengenai ular yang tidak
sewajarnya, atau ular siluman.Apakah ular tidak bisa mati?
Begitu melegendanya kisah tentang ular siluman
sampai-sampai dihubungkan pula dengan eksistensi manusia di dalam nyata. Ada berbagai
kisah mistis misteri tentang
kolaborasi manusia dengan makhlukjadi jadian ini. Misalkan saja dengan apa yang
disebut sebagai Blorong.
Masalahnya, benarkah makhluk setengah setan itu ada dalam
realitas sebenarnya?Perdebatan memang terus berlangsung. Namun yang jelas, kalangan
masyarakat tradisional nyatanya kepercayaan tentang ular siluman terus
bermunculan. Salah satu contoh adalah kisah sejati yang sengaja kami beberkan
berikut ni...:
Cerita Misteri Mistis Ular Bisa Balas Dendam
Cerpen Horor .Di Sekitar awal tahun 70-an, seorang lelaki
bernama Yunus membuka perladangan di daerah sungai Hanyu, sebuah daerah di
pedalaman Kalimantan. Ketika itu daerah itu masih merupakan suatu hutan perawan
yang belum pernah dijamah tangan manusia.
Maklum pada masa itu hanya sedikit saja penduduk yang
membuka usaha pertanian, karena umumnya mabuk atau demam kayu. Karena rimba
belantara yang lebat, sudah tentu tidak sedikit resiko yang harus dihadapi.
Misalnya tertimpa pohon yang tumbang atau berhadapan dengan binatang buas. Dan
yang terakhir inilah yang ternyata dihadapi oleh Pak Yunus dan keuarganya.
Pada suatu hari, salah seorang anak perempuan Pak Yunus
yang bernama Aida diserang serta digigit oleh seekor ular dari jenis Tedung
yang cukup ganas. Ular Tedung ini sebangsa Kobra. Oleh penduduk di sekitar
sungai Hanyu ular berbisa ini juga disebut Hanjaliwan.
Akibat patukan ular Tedung keadaan anak berumur delapan
tahun itu langsung kritis. Segala upaya penyembuhan secara tradisional langsung
dilakukan, antara lain membaringkan korban di luar rumah dengan ditutupi kajang
(semacam keranjang anyaman bambu-Pen), serta memanggil dukun.
Memang, menurut adat penduduk Setempat, jika ada orang
yang dipatuk ular jangan dibawa masuk ke dalam rumah, melainkan taruh saja di
luar dengan ditutupi kajang. Sebab katanya, dukun dapat memanggil si ular yang
bersalah untuk menghisap kembali bisa dan luka korbannya.cerita horor nyata
Namun segala usaha rupanya tidak membawa hasil. Jiwa Aida
bahkan tidak tertolong. Dia meninggal dunia dengan tubuh kebiru-biruan akibat
dahsyatnya racun ular Tedung yang masuk ke dalam aliran darahnya.
Kejadian tragis ini tentu saja membuat hati Pak Yunus
menjadi sangat masygul. Dengan hati penuh dendam dia berusaha mencari sarang
ular Tedung ganas yang telah membunuh putri terkasihnya.
Ketika itu, selama beberapa hari sering terdengar adanya
desisan ular Tedung itu yang suaranya mirip ayam tengah mengeram. Menurut keterangan
dukun, ular yang telah memagut Aida itu adalah ular betina atau induk Hajaliwan
alias Tedung.
Akhirnya, dengan petunjuk dukun, sarang ular berhasil
ditemukan di sebuah semak belukar. Ternyata Tedung itu sekeluarga, jantan dan
betina serta beberapa ekor anaknya yang masih kecil-kecil. Pantas saja dia
ganas karena baru beranak.
Dengan tanpa ampun, keluarga ular itu dibakar Pak Yunus.
Ular betina mengadakan perlawanan, tetapi berhasil dibunuh dengan sepotong
bambu sebagaimana syarat yang dikatakan oleh dukun dalam membunuh ular berbisa.
Anak-anaknya juga ikut binasa, dihabisi PakYunus dengan mandaunya. Setelah itu
barulah mereka dibakar.
Tetapi yang jantan, yang tubuhnya hampir sebesar betis,
berhasil meloloskan diri. Dan suatu hal yang tidak pernah dilupakan olel Yunus,
ular tersebut sempat menoleh memandangnya dengan tatapan yang penuh dendam. Dan
dia ingat benar ular jantan itu memiliki tanda lingkaran besar berwarna
kehitaman di kepalanya.cerita hantu nyata
Setelah membunuh ular-ular itu, Pak Yunus sekeluarga
membersihkan sekeliling pondoknya dan rerumputan dari semak belukar. Menurut
cerita penduduk, jika dari ular-ular itu ada yang lobs tidak terbunuh, maka dia
akan melakukan pembalasan atas kematian pasangan dan anak-anaknya.
Cerita Kisah Mistis Misteri Pembalasan Dendam Ular Tedung
Karena kepercayaan ini Pak Yunus dan keluarganya tidak
berani lagi pergi ke ladang. Bahkan ketika malam hari beberapa ekor anjing
piaraan Pak Yunus menjaga pondoknya. Anjing-anjing itu diikat supaya tidak
keluyuran ke mana-mana.
Malam pertama dan kedua tidak terjadi apa-apa. Tetapi
siangnya Pak Yunus melihat ular itu di dekat pondoknya. Dan anjing-anjing segera
menggonggong. Namun ular Tedung jantan itu tampaknya Iicik. Dia tidak
berhadap-hadapan sebagaimana halnya yang betina, yang langsung mengangkat dan
mengangguk anggukkan kepala serta menyemburkan bisanya begitu ada bahaya.
Ketika dikejar oleh Pak Yunus, ular itu segera menghilang
masuk ke dalam hutan lebat. Yang aneh dan sempat dilihat Pak Yunus, ketika
melarikan diri ular jantan itu kembali menoleh dan memandangnya dengan
pandangan yang penuh dendam.
Malam ketiga, terjadi salak anjing ramai sekali. Dengan
hati-hati Pak Yunus keluar dan menyenter ke sekeliling pondok. Apa yang
dilihatnya? Sang Ular menyelinap pergi dan masuk ke pinggir hutan. Sementara di
kandang ayam, Pak Yunus melihat ayam jantan yang sangat disayanginya mati
dengan tubuh membiru. Rupanya ayam itu telah digigit si Tedung jantan.
Betapa geramnya hati Pak Yunus. Ular itu bagaikan hantu
saja. Datang tanpa diketahui, tetapi perginya seakan-akan sengaja
mempertontonkan diri. Dan ketika dikejar, selalu berhasil meloboskan diri.
Beberapa malam Pak Yunus berjaga-jaga di luar pondok
dengan beberapa ekor anjingnya. Tetapi ular itu tidak muncul juga. Alangkah
tersiksanya Pak Yunus. Gara-gara ularTedung jantan itu dia tidak dapat
menjenguk ladang dan kurang tidur. Dia merasa tubuhnya mulai sakit-sakitan.
Setelah beberapa malam menunggu, namun yang ditunggu tak
kunjung datang, Pak Yunus memutuskan untuk berhenti berjaga malam di luar
pondoknya. Namun, apa yang terjadi?
Pada malam pertama dia tidak berjaga, salah seekor
anjingnya terbunuh akibat terkena pagut ular iblis itu. Malam berikutnya lagi sang
ular kembali menampakkan diri, dan ketika dikejar seolah-olah sengaja
mempermainkan Pak Yunus. Dia merayap pergi, masuk ke dalam hutan.
Akhirnya, karena sudah tidak tertahankan lagi, Pak Yunus
sekeluarga memutuskan untuk meninggalkan sungai Hanyu, dan pindah ke Penda
Ketapi, yang terletak beberapa ratus kilometer dari tempat semula.
Kebetulan nasib baik sedang berada di pihak Pak Yunus
sekeluarga. Di desa itu dia segera memperoleh pekerjaan, meskipun hanya sebagai
pesuruh Puskesmas. Jadi kehidupan keluarga telah terjamin, bahkan dapat rumah
dinas segala.
Di tempat tinggal yang baru ini pada waktu luang,
terutama di petang hari sepulang dari bekerja, Pak Yunus dan keluarganya
membuka perladangan yang tidak seberapa jauh dari tempat tinggal mereka. Untuk
pergi ke ladang itu mereka harus naik perahu selama Iebih kurang satu jam.
Setelah pindah agaknya kehidupan Pak Yunus sekeluarga
telah tentram. Kedukaan atas kematian Aida sudah mulal terlupakan. Hingga tanpa
terasa sudah beberapa bulan mereka menetap di Penda Ketapi. Padi yang ditanam
pun kini sudah mulai menghijau subur diselang-selingi oleh tanaman sayuran dan
buah buahan, terutama pisang yang sangat subur.
Tetapi sayangnya, malapetaka itu datang lagi. Pada suatu
hari ketika Pak Yunus sedang istirahat di gubuknya, tiba-tiba matanya menangkap
warna belang seelor ular besar. Dan alangkah terkejutnya dia, karena ternyata ular
itu adalah Tedung jantan dari Sungai Hanyu yang beberapa waktu lalu menteror
diri serta keluarganya. Binatang itu dikenalnya dari tanda hitam di kepala
serta pandangannya yang menakutkan. Ketika dikejar, ular tersebut segera
melarikan diri ke dalam hutan.
“Bagaimana setan itu tahu tempat kita, padahal kita
pindah ke tempat yang jauhnya ratusan kilometer dari daerah Sungai Hanyu?”
gerutu Pak Yunus kepada isterinya.
lsterinya diam saja dengan wajah penuh ketakutan.
Demikian pula anak-anaknya, terutama Dewi, anaknya yang tertua.
Akhirnya diputuskan mereka untuk tidak pernah lagi pergi ke ladang selama
beberapa waktu.
Pada suatu pagi, Pak Yunus sedang bensiap-siap pergi ke
Puskesmas, sedangkan isterinya bekerja di dapur menyiapkan sarapan pagi. Adapun
anak-anak mereka sedang bersiap-siap pergi kesekolah, kecuali si bungsu yang
bernama Mumpung, masih tidur di dalam kamar. Tiba-tiba di luar anjing-ajing Pak
Yunus menggonggong keras, seperti melihat sesuatu yang sangat menakutkan.
Pak Yunus yang semakin waspada, Segera mendekati pintu
rumah yang kebetulan sedang terkunci. Dari celah-celah jeruji pintu dia melihat
ke luar. Apa yang tampak olehnya? Ular Tedung jantan yang selalu memburu mereka
itu sedang melingkar di pelataran di depan pintu. Kepalanya tepat mengarah ke
pintu, siap memagut. Itulah rupanya yang membuat anjing-anjing ramai menyalak.kerajaan
siluman
Segera Pak Yunus menenangkan keIuarganya. Dia berpesan
agar mereka jangan berisik dan jangan ke luar rumah. Yang akan berangkat ke
sekolah diminta supaya bersabar dulu, karena musuh besar mereka sedang menunggu
dengan ancaman mautnya di depan pintu.
Dengan membawa potongan bambu dan mandau terhunus Pak
Yunus keluar dari pintu belakang dan mengendap-endap tanpa suara lewat
pelataran di samping rumah. Dia bergerak menuju ke bagian depan rumah.
Kebetulan di dekat ular itu tegak sebuah peti kayu yang bagian bawahnya tidak
tertutup. Karena sang ular hanya memperhatikan daun pintu, dia tampaknya tidak
menyadari kedatangan Pak Yunus dari samping rumah.cerita misteri siluman ular
cantik
Seketika itu juga Pak Yunus mendorong peti kayu ke arah
si ular. Akibatnya, Tedung jantan itu terkurung di dalamnya. Namun naluri dan
gerak refleknya luar biasa. Dia masih sempat menyemburkan bisanya dan menggigit
kaki Pak Yunus. Lelaki paruh baya itu langsung terjatuh sambil berteriakbteriak
kesakitan. Untung beberapa orang kebetulan lewat dan segera memberikan
pertolongan. Di atas luka pagutan ular mereka ikat kuat-kuat, supaya bisanya
tidak menjalar ke seluruh tubuh.
Selanjutnya, Pak Yunus segera dilarikan ke Puskesmas. Nyawanya
berhasil diselamatkan, karena di Puskesmas itu ada serum anti bisa ular. Namun
kakinya tetap cacat serta tubuhnya mati sebelah karena darah tidak jalan akibat
kuatnya ikatan yang dilakukan oleh para penolongnya. Pak Yunus tetap bersyukur
karena terluput dari maut.
Sementara itu, sang ular yang terperangkap tentu saja
meronta-ronta di dalam peti yang terus dihimpit oleh beberapa orang tetangga
Pak Yunus. Karena sulit ditangkap, maka peti itu terpaksa dibakar. Akhirnya,
matilah Tedung jantan yang ganas itu didalamnya. Yang aneh, tatkala peti itu
dibuka ternyata kepala ular tidak ada. Yang ada hanyalah potongan badannya yang
telah hangus.
Yang tak kalah aneh, selama beberapa hari, kepala ular
jantan itu terus menerus menteror Pak Yunus dalam mimpinya. Dan gangguan itu
baru hilang dengan bantuan seorang dukun yang sakti.
Sekian cerita misteri tentang ular bisa balas dendam dan mata ular bisa merekam ingatannya.
