Cerita Horor Seram Misteri Mistis Penampakan Hantu Wanita Di Rumah Angker
Cerita horor seram dan menakutkan kali ini akan
mempersembahkan cerita atau cerpen horor tentang hantu wanita yang menghuni
sebuah rumah tua peninggalan belanda jaman dulu.Cerita novel horor update hari
ini makin mmperbanyak koleksi kumpulan cerita horor di blog narasi.net
kesayangan ini.
Cerita Misteri Penampakan Hantu Wanita Dirumah Angker Peninggalan Belanda
Pagi itu sudah ada kesibukan di rumah Dewo. Mobil di
depan rumah sudah bersih dan siap jalan. Dewo dan teman karibnya, Fauzi akan
melihat rumah yang akan ia beli. Dan harganya sudah cocok, namun ia ingin
melihat sendiri kondisinya yang menurut Fauzi rumah itu sudah sangat tua tapi
punya halaman yang sangat luas.
Tepat jam 09.00 pagi, mereka berangkat menuju rumah itu
Setelah 1 jam perjalanan, sampailah mereka ke tempat yang dituju. Sebuah rumah
kuno dengan type Belanda. Dindingnya banyak berlubang terkelupas sehingga
menampakkan susunan batu bata di bagian dalamnya. Warna putih kapur yang
menempel sudah agak pudar dan kusam, menambah kesan angker dan menakutkan.
Apalagi jika diamati, banyak sarang laba-laba yang menggantung di bagian atap
rumah.
Fauzi menghentikan mobil di halaman rumah tua itu. Mereka
turun dan mobil dan berjalan mendekati penunggu rumah yang sedang berjalan
menghampirinya. Merekapun saling bersalaman.
Dewo mengamati satu demi satu ruang yang ada di dalamnya.
Mulai dari ruang tidur, ruang utama, ruang makan, dapur dan kamar mandi.
Selesai memeriksa Dewo berjalan menemui Fauzi dan Pak Danu yang bertugas
menunggu rumah.
Akhirnya dalam kurun waktu satu minggu,resmi sudah rumah
itu menjadi milik Dewo. Pengurusan surat-surat diserahkan kepada sahabatnya
yang seorang notaris.
Hari itu, di rumah baru milik Dewo penuh dengan kesibukan.
Banyak orang yang dipekerjakan untuk renovasi rumah tersebut. Juga penambahan
fasilitas yang sebelumnya tidak tersedia seperti pompa air, kipas gantung dan
saluran PAM.
Hanya dalam waktu 2 minggu setelah itu, rumah tua yang
tadinya kusam dan kotor itu telah berubah menjadi bersih dan kelihatan asri.
Renovasi yang dilakukan Dewo semakin menambah kesan kuno dan artistik, terutama
warna cat dan lubang pada tembok yang sengaja dibiarkan berlubang.
Untuk acara pindahan sekaligus menikmati rumah
barunya,Dewo sengaja mengambil cuti dikantor.Minggu pagi di hari pertama Dewo
mengambil cuti, dibantu dua adik lelakinya, mereka sibuk mengangkat barang ke dalam
truk yang telah siap di depan rumah. Dua buah truk telah disiapkan untuk mengangkut
barang yang memang sangat banyak mulai dari peralatan elektronik yang sangat
memakan tempat, juga furniture dan peralatan dapur. Tak terasa 4 jam berlalu,
barulah pekerjaan itu selesai.
Setelah berpamitan dengan para tetangga, Dewo beserta
keluargapun berangkat menuju rumah barunya. Ada beberapa tetangga yang ikut
membantu dan juga ingin melihat rumah baru itu Dewo memang dikenal supel dan
ramah kepada para tetangga.
Waktu berjalan begitu cepat, seminggu sudah Dewo menempati
rumahnya yang baru. Esok hari Ia harus masuk kerja kembali setelah cuti 1
minggu. Waktu cutinya dihabiskan untuk mengatur penempatan perabotan rumah agar
kelihatan indah dipandang mata.
Suatu sore, ketika Dewo sedang duduk di teras bersama
istrinya.
“Ma, Andi mana?” tanya Dewo.
“Sedang main ke rumah tetangga,” jawab istrinya.
“Ma, kira-kira apalagi ya yang perlu dibereskan, sebab
besok aku mulai masuk kerja lagi?” tanya Dewo.
“Nggak ada! Oh ya, besok saja papa sekalian ke PLN minta
tambah daya, soalnya disini Cuma 450 watt, mana cukup!”jawab isterinya serius.
“Iya, besok pas istirahat akan kuurus, kebetulan kantor
PLN dekat dengan kantorku,” jawab Dewo.
Pagi-pagi benar, Dewo sudah bangun. Ia menyiapkan diri
untuk masuk kerja. Kertas tugas sudah selesai diperiksa dan dimasukkan kedalam
tas dan siap berangkat. Istrinya juga sibuk memasak untuk sarapan pagi, sedang
anaknya terlelap sebab dia masuk jam 9, di TK kecil.
“Ma, aku nanti berangkat jam 6.15!” ucap Dewo.
“Kok, pagi banget, kan kantornya dekat!” ucap isterinya.
“Iya, tapi aku mau ngecek tugas yang lama kutinggal’’
jawab Dewo.
Tepat jam 6.15, Dewo berangkat kerja. Tak lupa diciumnya
pipi anaknya yang masih terlelap, juga pipi istrinya.
Waktu berjalan begitu cepat, 3 bulan sudah Dewo menempati
rumahnya yang baru. Dia dan istrinya mulai merasakan adanya keanehan pada rumah
yang mereka tempati. Bahkan sering menimbulkan kerugian.
Cerita Kisah Nyata Hantu Gentayangan Seram Dan Menakutkan
Keanehan-keanehan ini sepertinya tidak azim terjadi
seperti, sepatu anaknya yang tiba-tiba berada di tas lemari, piring di meja
yang seperti dilempar, kursi goyang yang tiba-tiba bergerak sendiri dan yang
lebih mengkhawatirkan adalah rezeki yang tadinya lancar seakan menjadi
tersendat, juga proyek yang sudah di depan mata urung diperoleh. Hal ini membuat
Dewo berpendapat bahwa rumah ini ada hantunya.
Keesokan harinya, Dewo menceritakan perubahan yang
terjadi di rumah barunya kepada Fauzi.
“Gimana menurut kamu?” tanya Dewo.
“Nanti Sabtu kita ke Cirebon ke rumah kakekku, dia ahli
dalam masalah ini,”jawab Fauzi serius.
Sabtu pagi, Dewo dan Fauzi berangkat ke rumah kakeknya
yang tinggal dikota Cirebon. Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam sampailah
mereka ke tempat yang dituju. Setelah berbasa-basi sebentar, Dewo dan Fauzi
lalu mandi.
Setelah selesai mandi, merekapun duduk di ruang tamu
sambil makan berbincang ringan. Telah tersedia pula makan siang dengan lauk
ikan lele peliharaan kakeknya Fauzi.
Setelah selesai makan, Fauzi segera menceritakan peristiwa
yang dialami Dewo sahabatnya, kepada kakeknya. Kakek itu hanya manggut-manggut
sambil sesekali menghisap rokok kesukaannya.
“Nak Dewo, setelah pulang dari sini, kamu harus puasa
selama 7 hari. Selama puasa harus baca doa, dan hari terakhir tidak boleh
tidur, insya Allah di hari terakhir itu kamu akan melihat sesuatu, jangan
takut, dan sebarkan bungkusan ini ke arahnya, insya Allah semua akan beres!”
nasehat sang kakek.
Setelah sejumlah nasehat dan doa diajarkan oleh kakek
Fauzi, sore itu juga mereka pulang ke Semarang. Perjalanan yang sangat panjang
dan melelahkan itu seakan tak dirasakan oleh Dewo. Dia ingin cepat
menyelesaikan permasalahan di rumahnya.
Waktu berlalu sangat cepatnya, tak teresa sudah 7 hari
Dewo melakukan puasa seperti nasehat kakek Fauzi. Hari ini adalah hari terakhir
baginya untuk bertirakat. Di keheningan malam Dewo khusyuk mengamalkan doa-doa
yang telah diajarkan kakek Fauzi.
Tepat jam 2 malam, terdengar suara yang sangat aneh dan
ganjil. Suara itu milik seorang wanita yang merintih kesakitan dan juga suara
seperti letusan cambuk.
“Pak Dewo, tolong aku!” suara itu memanggilnya. Dewo
kebingungan. Ia memperhatikan sekitar tempat sholat- nya, tapi tak dilihatnya
sesuatu apapun. Dipejamkan matanya dan la melanjutkan kembali membaca doa-doa.
“Pak Dewo, tolong aku!”suara wanita itu memanggilnya
lagi. Dewo segera membuka matanya. Ia menjadi kaget dan terperanjat. Apa yang
tenjadi?
Dilihatnya seorang wanita sedang tergantung di hadapannya
dengan kedua kaki dan tangannya terikat, dan lehernya dijerat dengan seutas
tali dan digantungkan di depan Dewo. Dewo segera membuka bungkusan yang telah
dipersiapkan sebelumnya. Dilemparnya Isi bungkusan itu ke tubuh wanita itu.
Terdengan suara ledakan yang keras dan tiba-tiba semua ikatan yang melilit ditubuh
wanita itu terlepas. Wanita itu segera sujud di hadapan Dewo sambil mengucapkan
terima kasih.
“Kamu siapa?” tanya Dewo dengan agak takut.
‘Saya Nini!”jawab wanita itu pelan:
Wanita itu kemudian menceritakan peristiwa yang
dialaminya hingga sampai tergantung di depan pintu rumah Dewo.
“Sekarang kamu sudah bebas, kamu boleh pengi!” ucap
Dewo.“Saya minta ijin tinggaI di sin!, Pak?”jawab wanita itu.
“Baiklah, kamu tinggal di teras numah bagian kanan di
kentongan itu, dan jangan sampai mengganggu isteri dan anakku, juga tolong kamu
jaga rumah ini!” jawab Dewo.
“Terima kasih, Pak!”jawab wanita itu sambil bergegas
menghilang.
Dewo hanya tertegun mengalami peristiwa yang sangat menakutkan
ini. Dia bersujud mengucapkan syukur kepada Tuhan atas terselesaikannya
permasalahan ini.
Semenjak peristiwa itu, rumah itu menjadi tenang kembali.
Pekerjaan Dewo yang tadinya amburadul kembali lancar. Dan satu yang membuat
Dewo senang adalah mulai saat itu, dia sudah bisa melihat alam gaib yang bagi
sebagian orang sangat mustahil.
“Zi, wanita itu ternyata sangat sayang kepada anakku,”
cerita Dewo kepada Fauzi; teman karibnya. Dewo sering melihat wanita itu
mendampingi anaknya yang sedang bermain di halaman rumah.
“Terima kasih Tuhan, atas hikmah yang telah engkau
berikan kepadaku!” ucap Dewo dalam sujudnya.
Jangan lewatkan Cerpen horor Tersesat Di Kampung Gaib Kuntilanak
Itulah cerpen cerita novel horor kisah hantu seram wanita di rumah angker peninggalan belanda
