Kisah Mistis Misteri Terjerat Nafsu Birahi Hantu Kuntilanak Siluman Cantik Penunggu Kuburan Kendhit
Cerita horor hantu nyata terbaru kali ini akan berbagi
cerpen horor atau cerita seram mistis misteri hantu siluman kuntilanak penunggu
kuburan kendit yang angker dan menakutkan serta mengerikan.Dimana menggoda
manusia untuk mengajak berhubungan badan atau seks.
Cerita hantu seram ini kian menambah koleksi cerita novel
horor atau kumpulan cerita horor di blog tercinta narasi.net ini.Biar tidak
penasaran langsung saja kita simak ceritanya.
Cerita Mistis Misteri Seram Akibat Berhubungan Intim Dengan Hantu Wanita Cantik Penunggu Kuburan
Disebut kuburan
Kendhit karena areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) tersebut mengapit jalan
aspal yang menghubungkan antara jalur Utara pantura dengan jalur Selatan yang
menembus jalan melintang Ketanggungan dengan Slawi di mana jalur tersebut
menuju ke jalur Selatan. Perkuburan
Kendhit sendiri terletak di desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba,
Kabupaten Brebes.
Banyak cerita aneh yang berbasis dan pemakaman warga
tersebut. Di antranya, jika tengah malam ada kendaraan atau tukang becak yang
melintasi Kuburan Kendhit tanpa pengendaranya menyadari tahu-tahu kendaraan
atau becaknya berada di tengah pemakaman angker itu. Karuan saja orang yang
sedang bernasib sial diganggu penunggu makhluk halus Kuburan Kendhit ini
menjadi blingsatan. Bagaimana mungkin kendaraan atau becak yang dia kendarai
bisa nyasar sampai ke tengah makam tanpa terantuk pohon kamboja dan batu nisan
yang begitu banyak berserakan?
Hal ml memang sulit untuk dimengerti dan diterjemahkan
dengan akal sehat. Tapi, telah banyak orang mengalami kejadian aneh seperti
itu.
Berikut ini adalah kisah tragis yang dialami seorang
pemuda yang tinggal di Kertasari menyangkut keusilan siluman Kuburan
Kendhit.Sebut saja Kisah ini dialami oleh Mamat (nama samaran).
Awalnya, Mamat, 26 tahun, dan rombongan pemuda dari
kampungnya menonton pesta giling tebu yang diadakan di lapangan pabrik gula
Banjaratma. Sebagaimana layaknya pesta giling, maka beraneka suguhan hiburan
menghiasi sepanjang jalan dari lapangan milik pabrik gula.
Ada dangdut, ombak putar, motor gila, rumah hantu dan
berbagai macam jenis hiburan lain nya. Tontonan pesta giling tersebut diadakan
selama satu bulan. Sudah barang tentu tontonan semacam itu menyedot banyak
pengunjung setiap malamnya. Berbagai pengunjung dari beberapa desa di sekitar pabrik
gula tidak pernah absen setiap malamnya.
Meskipun Mama tsudah bertunangan dengan kembang desa dari
kampungnya, tapi malam itu hatinya sangat terpesona pada penampilan seorang
gadis yang sangat cantik di matanya. Dengan nekad, Mamat mengejar gadis cantik
itu. Rupanya ia tidak mengindahkan peringatan Darsono, sehingga Ia tetap ngotot
untuk dapat berkenalan dengan gadis itu.
Akhirnya, Mamat pun dapat mendekati gadis cantik berambut
panjang itu. Melihat kecantikan gadis tersebut Mamat merasa ragu. Apakah la mau
berkenalan denganku? Tapi sesaat kemudian ia dapat mengumpulkan tekadnya untuk
tetap mencoba berkenalan dengan gadis tersebut. Secara nalar Mamat memang
merasa curiga. Bagaimana mungkin gadis secantik itu malam-malam nonton sendirian?
Apkah ia wanita nakal? Tanya Mamat dalam hati.
“Bolehkah kita berkenalan?” cetus Mamat setelah berada di
samping gadis cantik itu.
Gadis itu menatap Mamat sejenak. Ia tersenyum manis
sambil menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan. Tentu saja Mamat
menyambutnya dengan hati girang.
“Mamat!” ucap Mamat dengan sedikit gugup.
“Ranthi!” cetus gadis cantik itu.
Di bawah terang benderang lampu hiburan malam keduanya
berjalan-jaIan menyusuri tempat-tempat hiburan di areal pabrik gula itu.
Sesekali mereka berhenti di kedai penjual makanan ringan untuk sekedar minum
dan makan bakso.Mereka kelihatan asyik dan cepat intim di suasana hiruk-pikuk
orang yang ikut meramaikan pesta giling tebu.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam. Bagi para
gadis kampung tentu angka 11 di waktu malam adalah bilangan yang dianggap tabu
jika masih berkeliaran.Ranthi pun rupanya mematuhi angka keramat tersebut. Ia
meminta Mamat untuk mengantarnya pulang.Bergegas Mamat mengambil sepeda motornya
yang dia titipkan di tukang parkir. Letaknya di sebelah utara lapangan bola.
“Rumah mu di sebelah mana, sih?”tanya Mamat setelah
Ranthi berada dibelakangnya.
“Di sebelah Selatan balai desa Petunjungan!”jawab Ranthi,
kalem.
Sesaat Mamat kelihatan berpikir.Selatan balai desa
Petunjungan?Bukankah di Sebelah selatan balai desaPetunjungan adalah kuburan
besar yang mengapit jalan utama penghubung jalur pantura dan jalur Selatan?
Mamat tak sempat berpikir panjang karena Ranthi keburu nangkring di jok sepeda
motor.
Mamat berboncengan dengan Ranthi ke Barat menembus
kegelapan malam dan rasa dingin yang menusuk tulang.Sesampainya di jembatan
utara pengairan Mamat membelokkan sepedanya ke Selatan.
Di sepanjang perjalanan mereka lebih banyak diam.Sesaat
Mamat merasakan hawa aneh menyentuh aliran darahnya.Sepeda motornya seperti
begitu ringan melaju menembus kegelapan malam. Tanpa terasa mereka telah sampai
di wilayah Petunjungan. Melewati balai desa Petunjungan Mamat melihat
pemandangan yang lain dengansebelumnya yang pernah Ia lihat.
Di sebelah Selatan balai desa Petunjungan yang seharusnya
adalah pemakaman besar milik warga, pada malam itu Mamat malah melihat
rumah-rumah bagus yang berderet disepanjang jalan yang membentang ke Selatan
dan balai desa Petunjungan. Sementara itu, di sebelah Timurnya ada sèbuah
gapura yang menghias jalan seperti gang. Ranthi mengatakan kalau rumahnya ada
di dalam gang tersebut. Mamat pun membelokkan sepedanya memasuki gang tersebut.
‘’ini rumahku, Mas!” bisik Ranthi sambil menunjukkan
rumahnya.
Seorang ibu membukakan pintu depan rumah itu. Ternyata
dia adalah ibunya Ranthi. Setelah berbasa-basi dengan Mamat, ibunya Ranthi
masuk kekamarnya untuk tidur. Saat itu waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Di ruang tamu yang besar itu Mamat dan Ranthi masih asyik
bercengkrama.Bisikan-bisikan setanpun merasuk ke hati Mamat. Sentuhan-sentuhan
lembut ketika telapak tangan Ranthi menyentuh kulitnya, menimbulkan efek birahi
yang sangat kuat dalam darah pemuda itu.
Cerita misteri horor seram hantu wanita cantik penggoda birahi manusia
Akhirnya, Mamat tidak lagi memperdulikan bahwa dirinya
telah bertunangan dengan gadis desanya yang juga cantik. Yang seharusnya a
menyerahkan keperkasaannya kepada tunangannya saat malam pertama
pengantinnya,ia menyerahkannya kepada Ranthi, gadis misterius yang baru
dikenalnya di arena pesta giling tebu. Mamat memuntahkan hasrat birahinya di
atas tubuh Ranthi yang cantik dan liar.
Kemampuan Ranthi bermain seks melebihi perempuan manapun.
Kenikmatan tiada tara yang diperoleh dari geliat tubuh Ranthi membuat Mamat
kehilangan kesadaran.Malam jahanam pun terbang bersama bergulirnya sang waktu.
Samar-samar, Mamat mendengar kukuruyuk ayam jago. Suasana
dingin menyelimuti tubuhnya. Dengan malas membuka matanya. Ia merasakan
sendinya sendi tulangnya nyeri dan ngilu. Seolah Ia habis melakukan pekerjaan
yang sangat berat. Ia sangat kaget. Jantungnya berdebar cepat manakala Ia menyadari
tubuhnya sedang tergolek di salah satu
makam.
Sepeda motornya bersandar pada salah satu pohon kamboja.Rumah
bagus dan gadis cantik bernama Ranthi yang menjadi teman bercintanya raib entah
kemana. Dalam
sekajap itu Mamat menyadari bahwa gadis cantik yang telah bercinta dengannya
secara liar dan panas adalah salah satu siluman penunggu Kuburan Kendhit.
Dengan susah payah Mamat berusaha mengeluarkan sepeda motornya dari areal
pekuburan itu.
Sesampainya dijalan beraspal Mamat Iangsung mengendarai
sepedanya menuju Utara. Ia tiba di kampungnya menjelang siang. Mamat tidak
langsung menuju rumahnya melainkan menuju ke mushola. Di mushola tersebut ia
membangunkan Darsono yang sedang terlelap dalam tidurnya. Memang, kebanyakkan
di kampung masjid dan mushola digunakan para pemuda untuk begadang dan tidur.
“Son, bangun!” Mamat menarik lengan Darsono.
Darsono gelagapan membuka matanya. Samar-samar Ia melihat
wajah Mamat pucat pasi. Mamat sangat ketakutan.
“Celaka, Son’ Gadis cantik yang tadi malam berkenalan
dengan ku adalah siluman Kuburan Kendhit!” Mamat menjelaskan dengan
terengah-engah.
“Kuburan Kendhit? Kuburan yang letaknya di sebelah balai
desa Petunjungan itu” Darsono penasaran.
“Betul!”
Lalu Mamat menceritakan semua yang terjadi antara dirinya
dengan gadis cantik yang ternyata siluman itu. Mulai dari bagaimana ia
bekenalan, jalan-jalan di tempat hiburan sampai kisah percintaannya di malam
laknat. Darsono hanya mendengarkan dengan rasa takut dan merinding.
Setelah kejadian di malam Minggu itu, hari Jum’atnya,
sekitar jam 11 siang Mamat kejang-kejang tanpa sebab. Matanya mendelik dan
mulutnya mengeluarkan buih. Ketika tubuhnya dipapah oleh bapaknya untuk
dipindahkan ke dipan kayu, Mamat sudah meninggal. Kematian yang aneh.
Begitulah kisah misterius Kuburan Kendhit. Masih banyak
orang yang terjerat siluman cantik penunggu kuburan itu, dan kemudian mengalami
kematian seperti Mamat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hanya Tuhan Yang Maha
Tahu....
Sekian cerita mistis misteri hantu seram Terjerat birahi siluman penunggu kuburan kendhit angker
